Penggemar serial “Heroes” pasti mengenal tokoh Peter Petrelli. Pria muda sederhana, berkemampuan menyerap kekuatan orang yang ada di dekatnya, tulus dan baik hati. Di episode terakhir Season 2, ada satu kalimat menarik yang dilontarkan oleh Nathan Petrelli, sang kakak, mengenai adiknya tercinta ini.
“Itulah kamu Peter, always sees other people as good as you are…”
Berasa related banget dengan pernyataan ini… ada memang orang yang seperti itu, positive thinking, selalu berpandangan positif tentang orang lain. Mungkin sometimes nampaknya naif, karena toh memang gak semua orang baik dan bisa dipercaya. Seperti pertanyaan yang sering kuajukan: Easily to trust people, too kind or too naive??
Sebenarnya karakter ini sifatnya positif. Tapi tentu saja perlu hikmat dan kewaspadaan ekstra. Aku sendiri banyak belajar dari pengalaman. Memang aku tidak termasuk orang yang gampang curigaan sama orang lain. Tapi pengalaman mendidikku bahwa orang yang kelihatannya baik pun tidak selalu benar2 baik. Tapi aku tidak pernah menyesal dengan karakter yang sedemikian. It’s one positive think that God had put in me, dan tentu saja Dia memaksudkannya untuk kebaikan.
Bukan begitu bukan?? Pastinyaaa……..
Kadang aku memang rada kurang piknik padahal tiap hari pergi2 juga.
Dua hari yang lalu mengambil route yang agak berbeda dalam perjalanan ke kantor. Berhubung dari suatu tempat, akhirnya mengambil jalan lewat boulevard Bulaksumur. Pas lewat Gedung Purna Budaya, agak terperanjat melihatnya remuk redam. Lho… kenapa neh Purna Budaya mau direhab apa ya??
Setelah jalan terus sampe Grha Sabha, gedung pusat dst… baru sadar… Astaga….!! Ini kan yang kena angin puting beliung minggu lalu itu…?? Ya ampyuunn… Udah hampir seminggu berlalu masih belum melihat juga akibat peristiwa itu. Ternyata memang parah. Purna Budaya terlihat seperti GOR Amongrogo pasca gempa th. 2006 lalu.
Lately that day, denger di radio bahwa kerugian UGM akibat peristiwa ini mencapai sekitar 12M (kalo gak salah). Wkwkwkwkwk…… Kampusku oh, kampusku… Semoga cepat recover aja deh, almamaterku tercinta…
Orang bilang lebih gampang cari musuh daripada cari teman. Punya teman kalo tidak dijaga baik2 akhirnya bisa jadi musuh juga. Kalo musuh trus jadi temen… jarang sih, tapi not impossible juga.
Ada orang yang kerjaannya sengaja bikin musuh, kemudian dia sibuk lari dan menghindar dari orang2 yang telah dia sakiti. Meskipun orang telah mengasihinya dengan tulus, tetap saja dia bisa take advantage dari orang2 yang (mungkin) “terlalu baik” itu.
Apa sih enaknya hidup seperti itu? Hidup dalam pelarian terus-menerus dan bersembunyi dari semua orang. Menyembunyikan identitas, menyembunyikan jati diri,… seems like u’re never exist. Sibuk membuat identitas palsu. Sibuk menghilangkan jejak dari orang-orang yang disakiti. Dan sibuk mencari orang-orang baru yang bisa dibodohi lagi.
Hidup ini adalah anugerah Tuhan. Hidup ini singkat. Alangkah sia-sianya menghabiskan hidup dengan cara demikian. Anugerah Tuhan terlalu mahal untuk disia-siakan hanya demi hal yang bersifat sangat sementara. Sungguh jauh lebih berharga menjalani hidup ini dengan penuh syukur atas setiap tarik nafas yang masih bisa kita hirup, dan kasih yang bisa kita nikmati dari sahabat-sahabat di sekeliling kita.
Ternyata memang kejujuran itu mahal harganya. Mahal harga yang harus dibayar untuk mendapatkan sebuah kejujuran. Mahal pula harga yang harus dibayar untuk bersikap jujur.
Hati yang tulus dan percaya masih saja dimanipulasi demi keuntungan pribadi yang hanya bersifat sementara dan mungkin untuk kepentingan yang sebenarnya gak terlalu penting juga. Demi apa? Entahlah.
Easily to trust people…. too kind, or too naive..??
Still wondering ’bout the same question…
Sudah kurang lebih seminggu terakhir ini tiba2 diriku kehilangan nafsu makan. Mungkin akibat berbagai faktor, termasuk stress, bete, marah, juga badan yang entah kenapa rasanya perut ini gak enak diisi makanan (aneh baget, secara gw sebenernya seneng banget makan…). Nenk Geulis sampe sewot tiap jam makan siang diriku ogah ikutan makan, dan itu berlangsung sampe sore selama beberapa hari.
Alhasil, sebenernya gak terlalu niat banget mau diet, mau gak mau berat badan ikutan berkurang. Dari sebelum Lebaran dan terakhir hari ini nimbang udah turun 3 kg. Ya iya lah… orang gak makan!!
Seorang teman mengaku sampe turun 10 kg karena stress mempersiapkan nikahan dan masalah lain ini dan itu. Ck..ck..ck… Tapi berdasarkan pengalaman pribadiku, memang stress bisa bikin kurus dengan cepat tanpa melalui program diet yang menyiksa (yang tersiksa ya hati dan pikiran gara2 stress ituh…).
Tapi cara ini tidak dianjurkan. DON’T TRY THIS AT HOME!! Its beri..beri.. denjeres. Kalo memang pengen menurunkan berat badan lebih baik mengatur pola makan dan olah raga yang teratur. Itu lebih sehat. Dijamin deh.