Archive for April, 2008

Semalam kakak perempuan saya yang bekerja di sebuah bank swasta terkemuka itu mampir ke rumah. Udah jam 8.30 malam, tapi dia masih dengan seragam kantornya. Langsung dari kantor ceritanya.

Ngobrol2, dia tanya, “Kamu masuk kerja jam berapa?”

“Setengah sembilan.”

“Pulangnya?”

“Setengah lima.”

“… (agak terperanjat) Enak ya…!” Lalu dia melanjutkan, “Aku ni kerja 12 jam! Besok pagi2 udah harus berangkat ke Solo. Ini pulang cuma liat anak2ku udah pada tidur, besok pagi udah dadaah lagi…”

Begitulah. Saya menambahkan beberapa “keenakan” lain yang belum terhitung di tempat kerja yang hatinya senyaman Jogja yang Berhati Nyaman ini. Kakak saya sudah kira2 10 tahun bekerja di bank itu sebagai teller. Dari gaji pertama yang kira2 sebesar UMR sekarang ini sampai mencapai penghasilannya saat ini, it’s a very, very long way to go, and exhausting, I guess…

Saya dulu pernah berpendirian untuk tidak akan bekerja pada orang lain a.k.a. jadi employee. Idealismenya maunya ada di kuadran SE or BO gitu (silahkan lihat 4 kuadran by Robert Kiyosaki). Tapi tanpa kerja keras yang sepantasnya ya gak mungkin langsung loncat gitu aja ke kuadran itu. Dan pada waktu itu memang saya belum sampai pada kapasitas mengejar goal untuk membangun bisnis yang ideal yang layak menempatkan kita pada posisi seorang business owner.

Trus kenapa sekarang mau jadi employee? Bukan karena idealisme itu sekedar isapan jempol belaka atau prinsip yang dulu berlaku hanya karena pengaruh seseorang yang menjanjikan akan mencapai ini dan itu… Gak juga. Impian itu masih ada. Tapi idealisme yang hanya berdasarkan egoisme belaka buntutnya malah menyusahkan diri sendiri. Apalagi kalau ditunggangi dengan unsur2 arogansi.

Selama pekerjaan itu layak dikerjakan, menyenangkan, menghasilkan, gak ada ruginya. Toh yang kukerjakan ini masih dalam lingkup yang aku seneng ngerjainnya. So, kalo ada kesempatan, kenapa dilewatkan?

Di dunia seribu yang aman tenteram ini, bukan lalu kita terlena dengan kenyamanannya. Still a long way to go, and hard works to do. Come on, cai yo!!!

  • Share/Bookmark

Fitur chating di FB asyik juga. Tau2 aja dapet temen dari antah berantah yang tiba2 nongol di chat box. Dan perbincangan berlanjut…

Omong punya omong… sang teman baru ini berasal dari tanah Sulawesi yang kini berdomisili di Jakarta. Muncullah kosakata2 yang tak dimengerti oleh nenk geulis tapi masih bisa saya pahami dikit2. Tapi kalo so banyak talalu.. aii… beta seng mangarti jua… Sorry bro…;-)

Anyway, nice to meet u… :)

  • Share/Bookmark

Hari ini adalah hari “Say Goodbye to Free Meal @ P..R..” (the pizza resto itu…). Adalah mpeb, nenk geulis, dan sang penyanyi itu, yang menikmati santap siang sebelum armada produksi dalam komunitas grudugan datang untuk tujuan yang sama.

Di meja berhidang pizza itulah tertuang perbincangan ini, mengenai seorang saudara terkasih kami, yang lalu meluas ke topik2 lainnya. Tentang idealisme, komitmen, obrolan garing, dan cinta yang klise. Seperti terlontar pertanyaan, benarkah cowok nggak suka dengan komitmen? Jawabnya: nggak semua begitu. Kalau kebetulan ketemu yang kaya’ gitu… yah, nasiibb…. (kasian deh loe!!). Memang gw juga beranggapan gitu, walaupun pernah sih terbersit pikiran yang rada prejudis macam demikian.

Yang jelas, kami kami mengasihi saudara terkasih ini, meskipun untuk terjun ke dunianya yang nestapa itu, ….hmm… don’t think so.

Seraya menikmati berkat Tuhan atas pizza gratisan ini, datanglah rombongan armada produksi, dan sang vegetarian palsu itu menyantap habis 2 slice pizza yang masih tersisa di meja kami. Ya ampyuunnn… doyan apa kelaparan bro?? :D

  • Share/Bookmark

Sering banget saya pengen nulis sesuatu di blog ini. Tapi entah karena personality saya yang mengandung sedikit unsur perfeksionis ato gimana, jadi kayaknya kalo cuma sekedar kaya gak afdol gitu… Kadang punya ide yang terlintas, tapi kalo gak segera dituangkan, malah keburu lupa (personality saya sekarang agak ketambahan muatan2 sanguin).

Mungkin harus belajar gak terlalu idealis, dan juga me-manage ide2 yang muncul supaya gak keburu menguap, dan akhirnya hanya mengaku: gak ada ide… (bokiez bangetz dech!).

  • Share/Bookmark

Ulang tahun Pak Wim dirayakan dengan sederhana dan kebersamaan oleh semua warganegara 1000dunia. Setelah menikmati black forest yang enak dilanjutkan dengan mie goreng Lie Djiong yang luar biasa porsinya, alhasil para penghuni 1000dunia dilanda kekenyangan.

Sempet2in nge-post blog yang inspired by budipasadena… sambil menunggu inspirasi yang lain…

  • Share/Bookmark
Archives