Archive for June, 2008
Bila kau bertanya padaku mengapa cinta itu ada
Maka takkan mampu ku menjawab
Bila kau bertanya mengapa aku mengasihinya
Itu pun tak mampu kujawab
Yang ku tahu adalah…
Bahwa cinta dan kasih itu tumbuh tanpa mampu ku cegah
Tanpa ku tahu mengapa ia ada dan menyapaku
Karena cinta itu tak mengenal batas dan waktu
Cinta itu tumbuh sebagaimana adanya cinta tercipta
Walau di tempat dan di waktu yang salah
Atau pun melanda pada seseorang yang salah
Maka biarlah cinta itu datang tanpa perlu ada paksaan
Walau ku tahu mungkin ku kan terluka karenanya
Mungkin inilah pengorbanan cinta
Manis saat kita menemukan ketulusan hati yang mencintai
Mematikan saat kita menemukan hati yang mendustai
By Rahma Violet
Rasa kehilangan hanya ada jika kau pernah merasa memilikinya…
Kalau aku merasakannya, itu karena meskipun dalam waktu yang sangat singkat, aku pernah merasa (sedikit) memilikinya.
But learning to let go, it made me feel better… It’s true which somebody had told me: if not for you, then you won’t have ‘em.
To every guy that said, “Sex CAN wait”
To every guy that said, “You’re beautiful.”
To every guy that was never too busy to drive across the town to see her.
To every guy that gives her flowers and a card when she is sick or down.
To every guy who has given her flowers just because thats how he rolls.
To every guy that said he would die for her.
To every guy that really would.
To every guy that did what she wanted to do.
To every guy that cried in front of her…
To every guy that she cried in front of…
To every guy that holds hands with her.
To every guy that kisses her with meaning.
To every guy that hugs her when she’s sad.
To every guy that hugs her for no reason at all.
To every guy who would give their jacket up for her.
To every guy that calls to make sure she got home safe.
To every guy that would sit and wait for her for hours just to see her for ten minutes…..
To every guy that would give his seat up…
To every guy that just wants to cuddle.
To every guy that reassured her that she was beautiful no matter what.
To every guy who told his secrets to her.
To every guy that tried to show how much he cared through every word and every breath.
To every guy that thought maybe this could be the one.
To every guy that believed in her dreams.
To every guy that would have done anything so she could achieve them.
To every guy that never laughed at her when she told him her dreams.
To every guy that walked her to her car and opened the door.
To every guy that gave his heart.
To every guy who prays that she is happy even if you are not with her.
Not many girls appreciate nice guys anymore…
And because of this, there are not many left out there…
“Kau hancurkan aku dengan sikapmu, Tak sadarkah kau telah menyakitiku, Lelah hati ini meyakinkanmu, Cinta ini membunuhku….”
Pertama kali aku mendengarkan lagu D’Masiv ini di nada sapa I-Ring-nya, aku sempat berpikir, “Kok lagunya ini sih. Siapa gerangan yang menyakitimu, Sayang?” Ternyata yang empunya no hp tersebut malah gak tau lagu apa yang ada di nada sapanya.
Sekarang… untuk dial up ke nomor itu dan kembali mendengarkan lagu yang sama… rasanya jadi lebih menyakitkan, karena kini aku yang merasakan demikian terhadap si pemilik nomor itu. Absolutely have no idea apakah yang berangkutan menyadari atau tidak, yang jelas dia sudah benar2 membuatku tak karuan…
Disapointment and broken heart ternyata juga termasuk dalam satu “paket sensasi” yang kubicarakan sebelumnya. How come you can cry for someone you have never even met before, in person?? Hhhh… rupanya aku memang sudah gila. Mungkin semua memang hanya ilusi. At least aku sudah sempat merasakan sedikit kebahagiaan dan hati yang berbunga-bunga, meskipun hanya untuk waktu yang boleh dibilang sangat singkat.
Wherever you are, whatever you do, whether you still remember me or not… just wanna let you now that you’ve been in my heart. Dan kini, cinta ini benar2 membunuhku…