Posted by mpeb in Poems
on Jun 26th, 2008 | 3 comments
Bila kau bertanya padaku mengapa cinta itu ada
Maka takkan mampu ku menjawab
Bila kau bertanya mengapa aku mengasihinya
Itu pun tak mampu kujawab
Yang ku tahu adalah…
Bahwa cinta dan kasih itu tumbuh tanpa mampu ku cegah
Tanpa ku tahu mengapa ia ada dan menyapaku
Karena cinta itu tak mengenal batas dan waktu
Cinta itu tumbuh sebagaimana adanya cinta tercipta
Walau di tempat dan di waktu yang salah
Atau pun melanda pada seseorang yang salah
Maka biarlah cinta itu datang tanpa perlu ada paksaan
Walau ku tahu mungkin ku kan terluka karenanya
Mungkin inilah pengorbanan cinta
Manis saat kita menemukan...
Posted by mpeb in Poems
on Jun 26th, 2008 | 2 comments
Some memories will never swept away
Despite the forbidden truth behind
Still being kept and felt, deep inside
‘Till who knows when it might come again
Posted by mpeb in Just my thoughts
on Jun 20th, 2008 | 3 comments
Rasa kehilangan hanya ada jika kau pernah merasa memilikinya…
Kalau aku merasakannya, itu karena meskipun dalam waktu yang sangat singkat, aku pernah merasa (sedikit) memilikinya.
But learning to let go, it made me feel better… It’s true which somebody had told me: if not for you, then you won’t have ‘em.
Posted by mpeb in Poems
on Jun 18th, 2008 | 1 comment
To every guy that said, “Sex CAN wait”
To every guy that said, “You’re beautiful.”
To every guy that was never too busy to drive across the town to see her.
To every guy that gives her flowers and a card when she is sick or down.
To every guy who has given her flowers just because thats how he rolls.
To every guy that said he would die for her.
To every guy that really would.
To every guy that did what she wanted to do.
To every guy that cried in front of her…
To every guy that she cried in front of…
To every guy that holds hands with her.
To every guy that...
Posted by mpeb in Curhat
on Jun 14th, 2008 | 4 comments
“Kau hancurkan aku dengan sikapmu, Tak sadarkah kau telah menyakitiku, Lelah hati ini meyakinkanmu, Cinta ini membunuhku….”
Pertama kali aku mendengarkan lagu D’Masiv ini di nada sapa I-Ring-nya, aku sempat berpikir, “Kok lagunya ini sih. Siapa gerangan yang menyakitimu, Sayang?” Ternyata yang empunya no hp tersebut malah gak tau lagu apa yang ada di nada sapanya.
Sekarang… untuk dial up ke nomor itu dan kembali mendengarkan lagu yang sama… rasanya jadi lebih menyakitkan, karena kini aku yang merasakan demikian terhadap si pemilik nomor itu. Absolutely...