Posted by mpeb in Just my thoughts
on Jun 12th, 2008 | 0 comments
Bagaimana mengungkapkan apa yang kita rasakan supaya orang lain juga merasakannya?
Bagaimana menyampaikannya supaya tidak terjadi misinterpretasi dan menimbulkan kesalahpahaman?
Karena katanya kalau sudah menyangkut perasaan, hal-hal jadi lebih sensitif. Harus ekstra hati-hati bersikap dan berbicara. Supaya apa yang diungkapkan tidak diterjemahkan lain dan jadi salah arti, dan menimbulkan apresiasi yang tidak diharapkan.
Orang bisa kehabisan kata-kata untuk mengungkapkan perasaannya… dan akhirnya harnya bisa terlarut dalam perasaannya sendiri…. Hmmmm…..
Posted by mpeb in Just my thoughts
on Jun 12th, 2008 | 11 comments
The word sensation could really mean something to someone. I never thought that way when I chose that word in my previous post.
Certain kinds of feeling that come to your sense and actually bring tremendous sensation in your heart, your mind, your feelings. Maybe I haven’t felt that much when I wrote it… but now I really consider this, and deeply think… And I realize that I really feel those kinds of “sensation”. Somethings that maybe you cannot express by words or anything, but only you can feel, deep inside your heart.
Posted by mpeb in Just my thoughts
on Jun 9th, 2008 | 0 comments
This is what John Hagee said :
Ada orang-orang muda yang sedang mabuk cinta berkata, “Saat saya ada di dekat pacar saya, saya tak dapat bernafas.” Itu bukan cinta, itu asma.
Yang lain berkata, “Saat saya di dekatnya, saya tak dapat melihat dengan jelas.” Itu bukan cinta. Anda butuh kacamata. Datanglah ke tukang kacamata.
Dan banyak lagi mitos tentang cinta (yang tidak benar). Misalnya, jika cinta itu buta, mengapa banyak pria terpikat pada wanita cantik yang sama?
Cinta itu tidak buta. Dan cinta bukan apa yang Anda rasakan. Cinta adalah apa yang Anda lakukan. Perbuatan adalah...
Posted by mpeb in Curhat
on Jun 9th, 2008 | 0 comments
Sudah lama dan aku sudah hampir lupa bagaimana rasanya jatuh cinta. Belakangan aku mengijinkan diriku untuk kembali merasakan sensasinya. Berbagai macam rasa yang kembali kurasakan getarannya: senang, gelisah, bete, kecewa, sedikit jealous, deg2an, sekaligus berbunga-bunga.
Tapi jujur aku juga belum yakin apa ini sebenarnya. Mungkin juga hanya euforia sesaat. Ya, aku senang memikirkan seseorang; ya, hatiku melonjak mendengar dering sms; ya, aku gelisah menantikan balasannya; ya, jantungku berdebar sedikit lebih kencang mendengar dering telponnya ; ya, aku senang mendengarkan suaranya…
Ah…...
Posted by mpeb in Just my thoughts
on Jun 4th, 2008 | 8 comments
Setelah sekian lama tidak mengunjungi angkringan di sebelah utara Stasiun Tugu itu, akhirnya kembali aku menyambangi tempat itu, yang sekarang penampilannya menjadi jauh berbeda setelah bangunan2 permanennya dibongkar sehingga jadi lebih terbuka dan luas – meskipun kesannya jadi lain dari waktu2 sebelumnya kami sering menghabiskan waktu di tempat itu.
Beberapa saat bercakap2 sama W***, mulailah jam di mana para pengamen di daerah itu mulai bermunculan. Adalah seorang ibu ini, dengan icik2nya, yang selalu menyanyikan lagu shalawat dengan vokal yang lemah dan gak jelas, serta mengumpulkan karet...