Archive for July, 2008

Hari Jumat yang lalu dapet tugas untuk ke pameran Wedding Week di Plaza Ambarukmo Jogja. Berangkat dengan kondisi ok2 aja, sesampainya di venue, kok malah bersin2 dan jadi flu. Hot chocolate-nya Dunkin Donuts pun tidak membantu jadi lebih enakan… :(

Kondisi ini berlanjut di hari berikutnya. Padahal Saturday is a quite full day for me, no time for rest. I got home at 10.30 pm, dan keesokan paginya harus berangkat lagi jam 7 pagi. Alhasil hari Senin-nya aku ngglebak :( Datang ke kantor cuma 1,5 jam, lalu ijin pulang, meski sempat mampir ke rumah duka seorang sahabat yang kehilangan ayahandanya tercinta. Spent the rest of the day sleeping at home.

Besokannya (hari Selasa) berusaha untuk berangkat ke kantor lagi. Ternyata di kantor kepalaku malah rasanya muter2… Akhirnya mas bos yang baik hati menyuruhku pulang sajah… daripada di kantor malah gak bisa ngapa2in. Akhirnya jam 11 aku meninggalkan kantor, masih menyempatkan diri menghadiri pemakamaman ayahnya temanku itu.

Herannya… kemaren itu, ternyata I wasn’t the only one yang dalam kondisi kurang baik gitu. Setelah aku pulang awal hari Senin, giliran Nenk Geulis yang diserang bersin2, dan absen hari Selasanya. Seorang ‘teman dekat’ di Jakarta yang gak bisa dihubungi pada hari Senin, ternyata juga absen karena demam. YM-an sama adik yang di Jakarta, juga katanya mulai gak enak badan.

Wah…wah… Hawanya or cuacanya or iklimnya or apa yang mendadak bikin semua orang jadi sakit gini ya?? Anyway…masih bersyukur sama Tuhan karena dikasi waktu untuk istirahat. Dasar orang gak bisa diem…kalo gak “dipaksa” kaya gitu gak bakalan menyempatkan diri untuk beristirahat dech! Hehehe…

  • Share/Bookmark

My favorite pet is dog. Tapi hari ini tiba2 saja aku teringat kedua jenis pet yang ini. Keduanya lucu en nggemesin banget. Tapi kalau kedua makhluk ini bener2 ada…wah, repot gak ya meliharanya??

Yang pertama adalah sejenis naga (katanya) tapi appearance-nya lebih kaya guk2. Kalo pernah nonton film The Never Ending Story di th. 80-an, pasti tahu makhluk yang dipanggil Falcor ini. Film ini adalah one of my favorite and I still wish I could watch it again. Falcor adalah tokoh yang paling aku sukai di situ, mungkin selain Siput Balap dan Manusia Batu. Lebih dari tokoh Atreyu, Bastian, atau si Putri, juga Kura2 raksasa… (yang belum pernah liat filmnya mungkin gak bakalan ngerti).

Makhluk satunya lagi juga hampir sejenis dengan Falcor ini. Dia adalah Appa, bison terbang tunggangan Aang, pengendali angin, sang Avatar.

Appa, adalah bison terbang berkaki 6 seberat 10 ton. Dengan tanda panah ungu-kebiruan dari dahi sampai ekornya. Makhluk besar ini makannya buah2an, jerami dan kacang (tergolong herbivora ternyata). Tapi porsinya tentu gak main2, secara dia punya 8 perut!

Mirip kan mereka berdua…. Besar, putih, berbulu, bisa terbang, ramah dan menyenangkan, serta teman yang setia. Lutunaaaa…..

  • Share/Bookmark

Don’t find love

Let love find you

That’s why it’s called falling in love

Because you don’t force yourself to fall

… you just fall

But love…

Isn’t finding someone you can live with

But it’s finding someone you can’t live without

  • Share/Bookmark

Hari Rabu, 2 Juli ’08 kemarin, Classer Independent Community mengadakan talkshow “Indieindo” di Griya Kedaulatan Rakyat Jl. Mangkubumi, Yogyakarta. Acara ini didukung oleh Class Mild, Kedaulatan Rakyat, Radio Swaragama FM, dan GM Production, menghadirkan mas Andika, produser Mixpro Jogja, sebagai pembicara utama. Acara yang dijadwalkan dimulai pukul 19.00 itu baru dimulai kira2 hampir pukul 8 malam. Dimeriahkan juga oleh 3 band indie yaitu Komix (Jogja), Kartos (Wonosobo), dan Oh, Nina! (Jogja).

Mas Andika yang telah bertahun-tahun bergelut di dunia industri musik banyak berbagi pengalaman dan pengetahuan tentang bagaimana sih industri musik Indonesia sekarang ini. Mungkin gak terlalu banyak juga yang bisa disampaikan, secara waktu juga terbatas. Hanya beberapa orang saja yang mengajukan pertanyaan, mungkin karena yang disampaikan mas Andika sudah cukup banyak dan gamblang.

Dari sharing-sharing saya dengan beberapa teman, baca buku, majalah, juga dari apa yang disampaikan mas Andika, memang era musik saat ini sudah bergeser. Menjual musik lewat hardcopy CD/kaset bukan lagi target utama industri rekaman saat ini. Secara hari gini juga banyak orang yang sudah gak punya cassete player lagi. CD… boleh lah. Tetap saja yang paling banyak beredar adalah dalam bentuk digital. Penghasilan major label dari hasil penjualan kaset/CD turun drastis. Namun pengusaha rekaman dan artis bisa jadi kaya raya bila lagu mereka di-download sebagai ring back tone sampai jutaan kali! Royalti yang diterima dari hasil penjualan 1 keping CD album yang berisi 10 lagu kira-kira sama dengan 1 lagu yang diunduh sebagai RBT, padahal durasinya cuma 30-40 detik, per lagu! Satu lagu RBT cuma aktif selama 1 bulan, dan bisa diunduh berulang2. Sementara 1 keping CD cuma dibeli 1 kali (kecuali sampe rusak ato ilang dan musti beli lagi). Bayangkan perbandingan yang sangat signifikan tersebut!

Menurut mas Andika, major label di Jakarta setiap harinya rata2 bisa menerima 30-40 demo dalam sehari. Padahal dalam 1 th mereka hanya bisa me-launch 15 atau paling banyak 20 band/artis baru. Ada sekitar 10 major label di Jakarta, jadi berapa demo yang masuk setiap hari, setiap bulan, setiap tahun??? Kalau hanya 15 yang bisa “jadi” artis, kemana ratusan lainnya? Seorang teman finalis Indonesian Idol2 berkata bahwa CD2 demo tersebut hanya nanggrok di pos satpam… (ckckck…). Kebayang gak sih, susah-payahnya teman2 yang berjerih lelah membuat demo tersebut dengan harap2 cemas bisa diterima oleh tangan produser, tapi ujung2nya cuma berakhir di pos satpam atau paling banter sampe front office. MixPro Jogja juga mengalami hal yang sama. Dalam sebulan mereka menerima 15-20 demo. Sedangkan per tahunnya hanya mampu memproduksi 5-6 album saja. Bagaimana nasib 200 demo lainnya?

Makanya jalur indie sekarang jadi pilihan. Bagaimana sih kriteria indie itu? Wah… definisinya bisa macem2 dan beda semua gak ada hubungannya. Tapi menurut saya gak perlu lah berdebat soal major atau indie. Teman2 yang “idealis” di indie juga gak perlu mencibir pada mereka yang “mengaku” indie tapi masih terlihat “pasaran”. Yang penting kita bermusik, berkarya, dan supaya karya kita juga bisa dinikmati banyak orang.

Bagaimana supaya karya kita bisa didengar banyak orang? Di era informasi dan digital sekarang ini media internet memang paling tepat. Hal ini pernah disampaikan oleh mas Anang Hermansyah, dan diiyakan juga sama mas Andika. Contohnya saja Oh, Nina! band yang juga mengisi acara semalam, mereka sudah berhasil masuk di album kompilasi sebuah label dari Spanyol, karena “ditemukan” di YouTube. Dan sudah banyak terjadi juga pada penyanyi/band lain yang “ditemukan” oleh produser besar di YouTube.

Penyampaian informasi dan promosi di dunia internet memang lebih memungkinkan saat ini, oleh siapa saja, dengan jangkauan yang lebih luas, target yang dapat ditentukan, dan hasil yang sangat terukur. Seperti yang disampaikan mas Andika, MixPro tidak menjanjikan untuk mempromosikan artisnya dengan mengadakan tour ke beberapa kota, bla bla bla… Tapi lebih kepada publikasi yang saya sebutkan barusan. Dengan biaya promosi yang jauh lebih kecil dibandingkan promo secara offline, mampu menjangkau wilayah yang tak terbatas letak geografis.

Untuk itulah 1000indie hadir di kancah permusikan Indonesia. Untuk memberikan wadah, sarana dan dukungan bagi para musisi, penyanyi, atau siapapun praktisi musik yang ingin lebih melebarkan sayapnya.

Selamat datang di dunia baru musik Indonesia…!!

Serba-serbi 1000indie klik di sini.

  • Share/Bookmark

Lebih baik Anda lakukan sesuatu tidak sempurna
daripada tidak melakukan apapun dengan sempurna

Banyak orang menghidari melakukan sesuatu,
menghindari mencoba sesuatu
karena takut tidak akan melakukannya dengan sempurna

Kalau dibandingan dengan tidak melakukan apapun dengan sempurna
maka apapun yang dilakukan orang
mulai dari kualitas hampir tidak ada sampai kualitas sempurna
SELALU akan lebih baik daripada sesorang yang tidak melakukan apapun

Jadi janganlah berkecil hati untuk memulai sesuatu,
lakukan saja tidak usah khawatir mengenai kualitas yang akan Anda capai

Karena melakukan sesuatu dengan tidak sempurna
tetap lebih baik daripada tidak melakukan apapun dengan sempurna

  • Share/Bookmark
Archives