Archive for November, 2008

Ini bukan kaum Highlanders… atau manusia super macam Hancock… juga bukan orang seperti Claire Bennet ataupun Adam Monroe di serial Heroes…

Mereka adalah Artis Indonesia Terbesar Sepanjang Masa versi Rolling Stones Indonesia. Termasuk di antaranya adalah Koes Plus, Chrisye, Iwan Fals, Slank, Titik Puspa, Bimbo, Indra Lesmana, Ahmad Dhani, God Bless, GSP, sampai Gesang dan Ismail Marzuki, serta 13 maestro lainnya. Indeed they are the greatest.

Menyaksikan God Bless beratraksi di panggung – Ahmad Albar, Ian Antono, Donny Fatah – meski terbilang rocker gaek tapi stage act mereka masih tetap seperti ketika pertama merilis lagu “Kehidupan” tersebut.

Salah satu tv show di mana saya senang (kembali) menyaksikan artis2 era 80-an adalah Zona 80 di Metro TV setiap Minggu malam pk 22.00. Memang sih kadang2 yang muncul adalah Betharia Sonata, Christine Pandjaitan, atau Endang S. Taurina. Tapi pernah sekali kira2 2 bulan yang lalu, acara ini menampilkan Fariz RM, dan ada juga grup Chaseiro. Terus terang pada masa itu saya malah gak terlalu ngerti eksistensi grup ini, meski Chandra Darusman pun termasuk di dalamnya.

Dalam kesempatan itu Chaseiro membawakan beberapa lagu2 mereka, masih tetap asik didengar, sangat tipikal 80-an. Ngebayangin aja bapak2 itu kumpul lagi dan latihan bareng2 lagu2 mereka yang jadi hits sekitar 20th yang lalu. Seru kali ya… I wonder if band2 masa kini macam Nidji, d’Masiv, atau bahkan The Changchutters… 20 tahun dari sekarang, mereka seperti apa ya? Kalau didaulat tampil dengan membawakan lagu2 mereka yang hits saat ini 20 tahun mendatang…hmmm…pasti interesting.

Tapi saya salut lihat penampilan God Bless di panggung Immortals. Dan saya yakin ke-25 artis terbesar sepanjang masa itu benar2 masih menarik untuk disaksikan penampilannya, tidak jauh berbeda 20 tahun yang lalu dengan saat ini. Dan musik Indonesia pastinya masih akan memunculkan artis2 besar yang tetap dikenang sepanjang masa.

  • Share/Bookmark

Kembali melintasi kawasan boulevard UGM… masih tercium jejak angin ribut di sana. Pepohonan yang dipangkas dengan paksa, yang masih berdiri tak mampu menegakkan batangnya lagi. Pohon cemara yang tinggi kokoh pun miring bak menara Pisa, apalagi pohon2 kecil… Sisa2 dahan pepohonan teronggok di sana-sini. Hmmm…hope you’ll recover soon…

  • Share/Bookmark

Penggemar serial “Heroes” pasti mengenal tokoh Peter Petrelli. Pria muda sederhana, berkemampuan menyerap kekuatan orang yang ada di dekatnya, tulus dan baik hati. Di episode terakhir Season 2, ada satu kalimat menarik yang dilontarkan oleh Nathan Petrelli, sang kakak, mengenai adiknya tercinta ini.

“Itulah kamu Peter, always sees other people as good as you are…”

Berasa related banget dengan pernyataan ini… ada memang orang yang seperti itu, positive thinking, selalu berpandangan positif tentang orang lain. Mungkin sometimes nampaknya naif, karena toh memang gak semua orang baik dan bisa dipercaya. Seperti pertanyaan yang sering kuajukan: Easily to trust people, too kind or too naive??

Sebenarnya karakter ini sifatnya positif. Tapi tentu saja perlu hikmat dan kewaspadaan ekstra. Aku sendiri banyak belajar dari pengalaman. Memang aku tidak termasuk orang yang gampang curigaan sama orang lain. Tapi pengalaman mendidikku bahwa orang yang kelihatannya baik pun tidak selalu benar2 baik. Tapi aku tidak pernah menyesal dengan karakter yang sedemikian. It’s one positive think that God had put in me, dan tentu saja Dia memaksudkannya untuk kebaikan.

Bukan begitu bukan?? Pastinyaaa……..

  • Share/Bookmark

Kadang aku memang rada kurang piknik padahal tiap hari pergi2 juga.

Dua hari yang lalu mengambil route yang agak berbeda dalam perjalanan ke kantor. Berhubung dari suatu tempat, akhirnya mengambil jalan lewat boulevard Bulaksumur. Pas lewat Gedung Purna Budaya, agak terperanjat melihatnya remuk redam. Lho… kenapa neh Purna Budaya mau direhab apa ya??

Setelah jalan terus sampe Grha Sabha, gedung pusat dst… baru sadar… Astaga….!! Ini kan yang kena angin puting beliung minggu lalu itu…?? Ya ampyuunn… Udah hampir seminggu berlalu masih belum melihat juga akibat peristiwa itu. Ternyata memang parah. Purna Budaya terlihat seperti GOR Amongrogo pasca gempa th. 2006 lalu.

Lately that day, denger di radio bahwa kerugian UGM akibat peristiwa ini mencapai sekitar 12M (kalo gak salah). Wkwkwkwkwk…… Kampusku oh, kampusku… Semoga cepat recover aja deh, almamaterku tercinta…

  • Share/Bookmark
Archives