Archive for January, 2009

Sungguh menyenangkan menjalani hari demi hari dengan ucapan syukur. Jika kita cukup jeli, setiap hari yang kita lalui selalu menyimpan kejutan-kejutan, besar atau kecil.

Dalam hari-hari yang saya lalui, selalu ada hal-hal yang membuat saya bisa tersenyum, tertawa, mungkin menangis, berharap,… dan di atas semuanya itu senantiasa bersyukur buat apapun yang terjadi sepanjang hari tersebut. Bahkan jika kita mau menghitung satu per satu berkat dan kebaikan yang kita terima sepanjang hari, pastilah tidak cukup waktu atau jari kita buat menghitungnya. Karena bahkan dalam situasi yang nampaknya kurang baik sekalipun, Tuhan turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi kita yang mengasihi Dia.

Cobalah mulai hari-hari Anda dengan senyum, dan temukan hal-hal sekecil apapun yang membuat Anda patut bersyukur. Mungkin hanya sapaan sederhana lewat sms yang telah mencerahkan hari Anda, prestasi dalam pekerjaan, orang-orang yang Anda kasihi, jawaban doa, impian yang terwujud nyata, bahkan hidup Anda hari ini pun patut disyukuri.

Sebuah kalimat dari Sang Maha Bijak mengatakan, “Janganlah kamu kuatir akan hari esok, karena hari esok mempunyai kesusahannya sendiri; kesusahan sehari cukuplah untuk sehari.” Well, I will add a statement for this quotes, “Nikmatilah setiap hari yang kamu jalani, karena setiap hari mempunyai kejutannya sendiri…” ;-)

This is the day that The Lord has made, and I will rejoice and be glad in it!

(Psalms 118:24)

  • Share/Bookmark

Saat malam tiba dan rindu tiba-tiba saja menyergapku
Tak bisa ku alihkan mataku dari parasmu
Ku pandang lekat-lekat dan ku bawa dalam tidurku
Dalam mimpi hanya bisa ku bersamamu

Adakah kau dengar jerit hati yang merindu
Tak kuasa menggapai rentang jarak yang terbentang
Hanya bisa menanti dan terus berharap
Kapankan masa itu akan terulang

Damn….I miss you so much…

  • Share/Bookmark

Tawa lepas nan gembira
Gandeng tangan bergayut manja
Binar ceria di balik bingkai kacamata
Namun jauh di lubuk hati menyimpan duka

Andai bisa kupeluk dirimu, bidadari kecilku
Berbagi canda dan tawa bersamamu
Meski takkan terganti kasih bundamu
Pula terobati luka yang t’lah membiru

Terbanglah…bidadari kecilku
Gapailah mentari terangi duniamu
Biar kau jelang harimu yang baru
Tangan yang kuat itu ‘kan s’lalu menaungimu

With love for you… my little pink angel…..

  • Share/Bookmark

Memandang jauh ke tengah lautan
Ombak memecah pasir pantai, menggapai ujung-ujung kaki
Percikan air menerpa wajahku
Beragam rasa menyergap rongga dada
Menyesak sampai ke pelupuk mata

Ombak berkejar bersusul-susulan
Dalam tempo yang tidak pasti
Setidakpastinya hati yang menanti
Dalam tanya tak berjawab

Kepastian bukanlah sesuatu yang bisa kujumpai saat ini
Dan cinta pun menuntunku pada dilema
Entahkah ke mana semuanya akan bermuara
Dalam gemuruh lautan luas tak bertepi
Atau teduh sunyi telaga hati

Cinta ini tak berujung…
Jika mimpi adalah di mana bisa kutemui dirimu
Maka ke sanalah aku akan menuju

Taruhlah aku seperti meterai pada hatimu, seperti meterai pada lenganmu, karena cinta kuat seperti maut, kegairahan gigih seperti dunia orang mati, nyalanya adalah nyala api, seperti nyala api TUHAN! Air yang banyak tak dapat memadamkan cinta, sungai-sungai tak dapat menghanyutkannya. Sekalipun orang memberi segala harta benda rumahnya untuk cinta, namun ia pasti akan dihina. (Kidung Agung 8:6-7)

  • Share/Bookmark

(a note from Jan 2nd,2009)

Aku tak pernah menyangka bisa kecewa sedalam itu. Tiba-tiba saja air mataku mengalir tanpa bisa terbendung ketika mendengar suara di ujung sana berkata, “I’m outta town, already on my way now…”

Sementara percakapan itu masih berlangsung selama 24 menit berikutnya, selama itu pula pelupuk mataku tak mampu menahan air mata yang terus mengalir. Meski suara tercekat di tenggorokan, namun aku masih memaksakan untuk tertawa dan bercanda. Menarik nafas panjang, menghelanya, dan berkata, “Yah…sudahlah…mau gimana lagi…”

Terbersit kekecewaan di kedua pihak, namun tak kuasa mengubah situasi yang ada. Tak guna pula saling menyalahkan. Karena kepergian itu suatu keharusan adanya. Lebih baik menyimpan harapan untuk hari mendatang.

Terngiang senantiasa lagu terakhir dari audio cd mixdown itu… “When will I see you again, when will we share precious moments? Will I have to wait forever…?” Hope not, I guess… Jika dirimu berkata, “I’ll be there…” then I’ll be waiting…

  • Share/Bookmark
Archives