Posted by mpeb in Just my thoughts
on Mar 30th, 2009 | 2 comments
“Makanya… pacaran tuw gak usah lama2… Buang2 waktu, buang2 umur…” Demikian ucap saudara sepupuku berseloroh setelah sebelumnya bertanya tentang cinta yang lalu.
Is that true? Have I wasted my time, my age…only for nothing??
Well, mungkin aku pernah merasa demikian. Tapi aku menyadari bahwa tidak ada satu hal pun yang terjadi dalam hidupku yang bukan atas seijin Tuhan. So, kalaupun ternyata aku harus melalui proses yang sedemikian, itu juga atas seijin Tuhan, dan Dia selalu punya maksud di balik itu semua. Segala sesuatu yang aku lalui dan alami punya andilnya sendiri dalam membentuk diriku...
Posted by mpeb in Poems
on Mar 28th, 2009 | 0 comments
Rindu ini kian menyiksa
Gejolak hati terkungkung dinding ruang mimpi
Akankah rasa ini tersekap di sini selamanya?
Tak tertahankan menyeruak keluar
Bersegera untuk menyongsongmu di sana
Namun saat ku terjaga
Tak pula kau ada
Ahh… sampai kapankah rasa ini harus terpenjara
Dalam ruang mimpi yang fana…??
Dream @ dawn on March...
Posted by mpeb in Just my thoughts, Poems
on Mar 27th, 2009 | 0 comments
Terima kasih Tuhan untuk cinta
Terima kasih Tuhan untuk rasa
Terima kasih Tuhan untuk masa
Terima kasih Tuhan untuk semua
Terima kasih Tuhan untuk dia
Posted by mpeb in Curhat
on Mar 20th, 2009 | 2 comments
“Kok gak ke rumah…?? Kapan ke sini…??”
Suara manja sang bidadari kecil serasa mengiris hatiku yang sejatinya pun tak kuasa menunggu waktu untuk bisa kembali ke sana. Setiap kali bibir kecil itu berucap demikian, semakin bertambah serpihan hati yang terbang ke sana.
I miss you too, my little angel… We’re gonna see each other again soon… I believe so…
Posted by mpeb in Curhat, Just my thoughts
on Mar 20th, 2009 | 0 comments
Sudah hampir 3 bulan berlalu sejak pertemuan itu. Tak terasa waktu berlalu demikian cepat. Kini aku hanya bisa memandangi dokumentasi momen-momen itu, sambil berusaha mengingat detil-detil kecil yang terjadi ketika itu. Ahh… aku tak sanggup mengingat semuanya. Namun masih tersimpan dalam memoriku gejolak hati saat pertama kali akhirnya aku bisa benar-benar bertemu dengannya, koridor mal yang kita susuri, permainan favorit si bidadari kecil, obrolan2 gak penting, dinner time, sampai an unforgettable goodbye kiss yang hanya sekejap itu.
Setiap kali pertanyaan itu terucap, “Kapan ke Jakarta lagi?”...