Archive for April, 2009
Lampu padam, mata terpejam
Namun pikiranku mengembara
Mencarimu di sudut-sudut ruang mimpiku
Tiada jumpa, kembali terjaga
Masih terdengar hembusan nafasmu
Terlelap bersama sang bidadari kecil
Mengendara gelombang elektromagnet seluler
Melintasi jarak yang terbentang
Hanya untuk menyapamu di sana
Bersama bersyukur pada Sang Maha Cinta
‘Tuk kasih dan penyertaanNya senantiasa
Tidurlah Sayang…
Temui aku dalam ruang mimpimu
Goodnite Baby
I’ll watch you sleep tonite…
Awake on 1 a.m. Apr 13, 2009
Memasuki bulan April ini tiba2 saya ketiban berkat. Meskipun wujudnya adalah tambahan pekerjaan, tapi saya memandangnya sebagai suatu berkat. Ketiban bo… bayangin aja, gedubrakk…!!
Well, sebenernya juga gak tiba2 siy… semuanya telah melewati proses dan waktu yang telah berjalan, dan perlahan-lahan sudah membawaku ke tempat di mana aku berada sekarang. Cuma ketika sudah berada di tempat ini, baru sadar… oh, I’ve been thru all of those…?? Gak kerasa ya…
Beberapa hari yang lalu saya mencoba brainstorming, menginventaris semua tugas, pekerjaan dan tanggung jawab yang harus diemban. Busyet dech… Malah jadi heran sendiri. I have to do all of those things?? Hmm… Read the rest of this entry »
Lagi concern aja akhir2 ini, menyadari beberapa orang terdekat saya, dalam waktu yang bersamaan, harus menghadapi perkara cukup pelik yang akhirnya tak terhindarkan juga : divorce. Ternyata bukan cuma kaum selebriti aja yang berurusan dengan kasus ini, it’s for real, dan itu terjadi di sekeliling kita.
Kedua kakak saya sudah pernah mengalaminya, dan yang seorang harus menghadapinya kembali. Seorang sahabat keluarga – anak rohani mama saya – sedang di penghujung proses peradilannya. Seorang terdekat telah berada di ambang proses tersebut setelah berpisah sekian lama. Dan kini kakak dari sahabat masa kecil saya pun ternyata menghadapi kasus serupa. Anehnya setelah dilihat dengan seksama, ini adalah jalan terbaik bagi mereka semua, dan semua orang pun menyetujuinya.
Apa yang salah ya?? Meskipun saya masih bertanya-tanya; meskipun hati saya miris mendengar itu semua; Read the rest of this entry »