Archive for the ‘Curhat’ Category
Menyergap sekejap
Mendesak memaksaku teriak
Merontak mencoba menyeruak
Menggores luka menetes
Tak perlu lagi ku ragu
Kar’na tidak ada yang perlu diragukan
Semua hanya ilusi belaka
Dalam layar imajimu semata
It’s absolutely insanity
So, don’t ever try to make it happen
Thank you for loving me… But this is not what I want…
~ a notes on November 5th, 2009, Jogja
Melihat kembali catatan di awal tahun ini, ternyata aku sudah siap dengan segala konsekuensi yang harus dihadapi. Dan hati ini tetap percaya bahwa yang terbaik akan tergenapi.
“Rasa kehilangan hanya ada jika kamu pernah merasa memilikinya.”
Bila aku memang tak memiliki, mengapa harus kehilangan? Karena sesungguhnya aku memang belum menemukan, apa yang selama ini aku cari.
Why’s this?
Why’s that?
How come?
How should?
How will?
‘Till when?
When will?
Who will?
Where?
Why should?
Why me?
Why now?
May I?
Can I?
Should I?
Why…?
Why…?
Why…?
Seribu tanya yang belum ku dapati jawabnya
Sampai kapan aku harus terus bertanya
Mencari dan menantikan jawabannya
Jawablah aku, ya Yang Mahatahu
Karena segala sesuatunya adalah daripadaMu, olehMu, dan hanya bagiMu