Archive for the ‘Curhat’ Category
Mencoba menjelajah ruang benakmu
Bak teka-teki tak terpecahkan jawaban yang tiada kunjung ku dapatkan
Urung melacak jejak, tak ingin lebih jauh terluka
Hanya mampu terdiam dan menanti
Sementara waktu merambat perlahan, melilit pedih
Kapankah terjawab semua tanya ini
Ku terhilang dalam jejak yang tak tertinggal
Tenggelam dalam isak sedu hati yang terus bertanya
Berharap sang waktu ‘kan membisikkan rahasianya
Dan terus menanti dalam sepi nyanyian hati
Menyergap sekejap
Mendesak memaksaku teriak
Merontak mencoba menyeruak
Menggores luka menetes
Tak perlu lagi ku ragu
Kar’na tidak ada yang perlu diragukan
Semua hanya ilusi belaka
Dalam layar imajimu semata
It’s absolutely insanity
So, don’t ever try to make it happen
Thank you for loving me… But this is not what I want…
~ a notes on November 5th, 2009, Jogja
Melihat kembali catatan di awal tahun ini, ternyata aku sudah siap dengan segala konsekuensi yang harus dihadapi. Dan hati ini tetap percaya bahwa yang terbaik akan tergenapi.
“Rasa kehilangan hanya ada jika kamu pernah merasa memilikinya.”
Bila aku memang tak memiliki, mengapa harus kehilangan? Karena sesungguhnya aku memang belum menemukan, apa yang selama ini aku cari.