Archive for the ‘Journal’ Category
Setelah sekian lama tak pernah ku mendapati diriku tersungkur di hamparan karpet merah ini… Kembali kini aku berlutut di hadapan altarMu… Sungguh, ribuan sensasi rasa yang memenuhi hati dan jiwa ini, menikmati teduh dan curahan kasih, kebaikan yang tiada pernah habis mengalir dalam hidup ini.
Biar aku terus memelihara rasa ini, agar ku senantiasa rindu ‘tuk kembali ke sini. Di hadapan altarMu ini… Bukan karena tempat ini, melainkan haus akan hadiratMu. Biar senantiasa ‘kan ku nikmati waktu yang indah bersamaMu… Bapa dan Sahabatku…
(notes after a night prayer @ Sonopakis Church)
(a note from Jan 2nd,2009)
Aku tak pernah menyangka bisa kecewa sedalam itu. Tiba-tiba saja air mataku mengalir tanpa bisa terbendung ketika mendengar suara di ujung sana berkata, “I’m outta town, already on my way now…”
Sementara percakapan itu masih berlangsung selama 24 menit berikutnya, selama itu pula pelupuk mataku tak mampu menahan air mata yang terus mengalir. Meski suara tercekat di tenggorokan, namun aku masih memaksakan untuk tertawa dan bercanda. Menarik nafas panjang, menghelanya, dan berkata, “Yah…sudahlah…mau gimana lagi…”
Terbersit kekecewaan di kedua pihak, namun tak kuasa mengubah situasi yang ada. Tak guna pula saling menyalahkan. Karena kepergian itu suatu keharusan adanya. Lebih baik menyimpan harapan untuk hari mendatang.
Terngiang senantiasa lagu terakhir dari audio cd mixdown itu… “When will I see you again, when will we share precious moments? Will I have to wait forever…?” Hope not, I guess… Jika dirimu berkata, “I’ll be there…” then I’ll be waiting…
Setelah sekian lama berkutat dengan pekerjaan di dunia maya…akhirnya tiba lagi kesempatan berunjuk suara.
10 bulan yang lalu tepatnya tgl 23 Februari kita perform dalam Love Concert di Gereja Sonopakis. Kali ini dalam rangka perayaan Natal GBI House of Grace Surabaya, didapuklah kami untuk menyuguhkan lagu tema “Love Lights The World”.
Seneng deh…kembali ke suasana latihan, nyanyi, dsb… Meskipun waktunya mepet dan diselingi ketidakpastian schedule acara serupa di Jogja, urusan tiket dan keberangkatan, bla bla bla…tapi tetep semangat.
Full team beranggotakan 7 orang (Poppy, Wira, Roy, Nenk Geulis, mpeb, mb.Harti, Benny), 3 lagu sudah kita siapkan. Hanya dalam waktu sekitar 1 minggu, plus latihan di kereta dan sepanjang perjalanan, di mal, anywhere lah…
Well…hopefully gak berhenti di sini lagi, tapi akan terus berlanjut. Bukan cuma special occasion setahun sekali gini, tapi pasti akan ada kesempatan2 lainnya lagi.
Mulut2 kita ini udah gak tahan mau cuap2 aja…xixixixi… May it be unto God all the glory, for He’s the One who grant us with all wonderful tallents…
Kembali melintasi kawasan boulevard UGM… masih tercium jejak angin ribut di sana. Pepohonan yang dipangkas dengan paksa, yang masih berdiri tak mampu menegakkan batangnya lagi. Pohon cemara yang tinggi kokoh pun miring bak menara Pisa, apalagi pohon2 kecil… Sisa2 dahan pepohonan teronggok di sana-sini. Hmmm…hope you’ll recover soon…
Kadang aku memang rada kurang piknik padahal tiap hari pergi2 juga.
Dua hari yang lalu mengambil route yang agak berbeda dalam perjalanan ke kantor. Berhubung dari suatu tempat, akhirnya mengambil jalan lewat boulevard Bulaksumur. Pas lewat Gedung Purna Budaya, agak terperanjat melihatnya remuk redam. Lho… kenapa neh Purna Budaya mau direhab apa ya??
Setelah jalan terus sampe Grha Sabha, gedung pusat dst… baru sadar… Astaga….!! Ini kan yang kena angin puting beliung minggu lalu itu…?? Ya ampyuunn… Udah hampir seminggu berlalu masih belum melihat juga akibat peristiwa itu. Ternyata memang parah. Purna Budaya terlihat seperti GOR Amongrogo pasca gempa th. 2006 lalu.
Lately that day, denger di radio bahwa kerugian UGM akibat peristiwa ini mencapai sekitar 12M (kalo gak salah). Wkwkwkwkwk…… Kampusku oh, kampusku… Semoga cepat recover aja deh, almamaterku tercinta…