Archive for the ‘Just my thoughts’ Category
Lagi concern aja akhir2 ini, menyadari beberapa orang terdekat saya, dalam waktu yang bersamaan, harus menghadapi perkara cukup pelik yang akhirnya tak terhindarkan juga : divorce. Ternyata bukan cuma kaum selebriti aja yang berurusan dengan kasus ini, it’s for real, dan itu terjadi di sekeliling kita.
Kedua kakak saya sudah pernah mengalaminya, dan yang seorang harus menghadapinya kembali. Seorang sahabat keluarga – anak rohani mama saya – sedang di penghujung proses peradilannya. Seorang terdekat telah berada di ambang proses tersebut setelah berpisah sekian lama. Dan kini kakak dari sahabat masa kecil saya pun ternyata menghadapi kasus serupa. Anehnya setelah dilihat dengan seksama, ini adalah jalan terbaik bagi mereka semua, dan semua orang pun menyetujuinya.
Apa yang salah ya?? Meskipun saya masih bertanya-tanya; meskipun hati saya miris mendengar itu semua; Read the rest of this entry »
“Makanya… pacaran tuw gak usah lama2… Buang2 waktu, buang2 umur…” Demikian ucap saudara sepupuku berseloroh setelah sebelumnya bertanya tentang cinta yang lalu.
Is that true? Have I wasted my time, my age…only for nothing??
Well, mungkin aku pernah merasa demikian. Tapi aku menyadari bahwa tidak ada satu hal pun yang terjadi dalam hidupku yang bukan atas seijin Tuhan. So, kalaupun ternyata aku harus melalui proses yang sedemikian, itu juga atas seijin Tuhan, Read the rest of this entry »
Sudah hampir 3 bulan berlalu sejak pertemuan itu. Tak terasa waktu berlalu demikian cepat. Kini aku hanya bisa memandangi dokumentasi momen-momen itu, sambil berusaha mengingat detil-detil kecil yang terjadi ketika itu. Ahh… aku tak sanggup mengingat semuanya. Namun masih tersimpan dalam memoriku gejolak hati saat pertama kali akhirnya aku bisa benar-benar bertemu dengannya, koridor mal yang kita susuri, permainan favorit si bidadari kecil, obrolan2 gak penting, dinner time, sampai an unforgettable goodbye kiss yang hanya sekejap itu.
Setiap kali pertanyaan itu terucap, “Kapan ke Jakarta lagi?” Ahh, Sayang… don’t you know that’s what I always long for these times?? Tetap berusaha dan berharap untuk kesempatan itu boleh terulang kembali.
For now, if only I can do is dreaming you… then there is where I’ll always keep you in.
You’ve got me dreaming you, all day through whenever got no time to be with you
Can’t you see no matter what I do, I’m always dreaming you…
Jarang-jarang saya bisa merasakan perasaan yang seperti ini dalam kurun waktu yang cukup lama. Senang, semangat, rasanya hidup ini cerah ceria. Bukan berarti tanpa masalah, tentu saja tetap ada. Tapi saya bisa membuka mata setiap pagi dan menjalani hari-hariku dengan penuh sukacita. Ini adalah suatu anugerah tersendiri buatku.
Saya menyadari tidak semua orang bisa menjalani hari-harinya dengan semangat dan sukacita. Makanya saya bersyukur sekali. Saya melakukan pekerjaan dan pelayanan saya dengan senang hati dan semangat. Meskipun lelah, ada kendala, tapi ada kepuasan tersendiri manakala hasil pekerjaan kita bisa dinikmati oleh orang lain.
Menurut Joel Osteen di bukunya Become A Better You, jika kita masuk ke dalam tujuan hidup kita dan kita mengerjakan sesuatu sesuai panggilan kita, maka antusiasme dan kegairahan akan memancar dari dalam diri kita secara alamiah. Sebaliknya, jika kita melakukan sesuatu yang tidak natural, itu adalah pergumulan berat. So…we suppose to love what we do.
Saya baru menyadari hal ini malam Minggu yang lalu sepulang dari pekerjaan rutin akhir minggu saya. Lelah, tapi baru kali itu saya merasa sangat puas. Meskipun pekerjaan yang sudah saya lakukan selama bertahun-tahun ini termasuk suatu pelayanan yang mungkin tidak semua orang memperhatikan kerumitan, kerepotan, waktu, tenaga, dan semua detil yang diperlukan untuk menghasilkan beberapa lembar tulisan di atas kertas; namun ada kepuasan tersendiri atas hasilnya. Apalagi bila mengetahui hasil pekerjaan kita bisa menjadi berkat dan menolong orang lain. Rasanya saya jauh lebih diberkati.
Demikian juga di pekerjaan saya. Rasanya baru kali ini saya bisa berkata, “Mmm… I love Monday…!” Bukan karena hari tertentu, buat saya semua hari sekarang jadi menyenangkan. Schedule yang boleh dibilang padat setiap hari justru membuat saya semakin semangat. Apalagi bila pekerjaan kita mulai membuahkan hasil. Dan bila hasil pekerjaan itu juga bisa memberikan dampak yang positif bagi orang2 di sekitar saya, itu juga merupakan berkat tersendiri yang tak ternilai harganya.
KASIH juga telah membuat hari-hari saya semakin berwarna. Merasa mencintai dan dicintai, menjadikan tenaga pendorong dalam melakukan banyak hal. Mencintai dan dicintai Tuhan dan orang2 terkasih. Mencintai dan dicintai membuat hidup kita menjadi semakin bermakna.
Saya tahu bahwa tidak semua orang bisa merasakan kasih karunia seperti ini. Jadi saya merasa sangat bersyukur bisa menikmati semuanya ini. Apakah saya sudah sampai pada tujuan hidup saya? Mungkin belum sepenuhnya. Tapi saya sudah menemukan tempat di mana I really love what I do and I know I’m really good at it. Saya juga berharap semakin banyak orang bisa menemukan their own place in this world. Dengan demikian orang2 bisa menjalani hidupnya dengan semangat dan sukacita. Terlebih bila semakin banyak orang menemukan dan membagikan kasih dalam hidupnya…sungguh dunia ini tentu akan semakin penuh warna.