Archive for the ‘Poems’ Category
Menerawang menatap langit-langit
Jauh
Kosong
Coba meraih, meraba, menganalisa
Apa yang kau pandang di sana
Siapa yang kau pandang di sana
Tiada seucap pun tanya yang sanggup ku lontarkan
Hanya berdiam dan termangu
Tenggelam dalam ragu
Entah sampai kapan
Inginku membangun khayanganku
Bak kota Paris di hari Minggu bulan Mei
Namun yang ada hanyalah reruntuhan
Puing-puing yang terserak
Dari sisa-sisa repihan hati yang remuk kesekian kalinya
Ahhh…..
Lagi-lagi melelahkan
Dan aku pun harus menunggu
Entah sampai kapan
I wanna make you smile
I wanna make you laugh
I wanna bring joy into your world
And brush new colors unto your life
I wanna sense the ardor
Where every town was Paris
Every day was Sunday
Every month was May
Every sound was music
Music made of laughter
Laughter that was bright
But it makes me wonder
Can you make me smile?
Can you make me laugh?
When most of the time
Doubt was all that’s left
Undecided decision
And a lot more hesitation
Me too wanna have some smile on my face
And once again feels the Paris
Paris on a Sunday
And the month is May
Inspired by
“When Joanna Loved Me” – Tonny Bennett & “Mesin Penenun Hujan” – Frau
Menatap nanar cahya berpendar
Serasa terkuras daya dari raga
Menanti jawab atas tanya yang tiada terucap
Menggenggam sejumput asa dalam di jiwa
Aahhh….
Perjalanan ini melelahkan
Permainan ini melelahkan
Penantian ini melelahkan
Pencarian ini melelahkan
Persaingan ini melelahkah
Gelisah ini melelahkan
Bimbang ini melelahkan
Kecewa ini melelahkan
Angkara ini melelahkan
Masih ku berdiri
Kar’na harap tiada pernah melelahkan
Tangan yang kuat senantiasa menjadi sandaran
Suara yang lembut itu menguatkan :
“Come to Me, all you who are weary and burdened, and I will give you rest”
Only in You will I find my peace and strength, o Lord…
Recreate on June 10, 2010
Mencoba menjelajah ruang benakmu
Bak teka-teki tak terpecahkan jawaban yang tiada kunjung ku dapatkan
Urung melacak jejak, tak ingin lebih jauh terluka
Hanya mampu terdiam dan menanti
Sementara waktu merambat perlahan, melilit pedih
Kapankah terjawab semua tanya ini
Ku terhilang dalam jejak yang tak tertinggal
Tenggelam dalam isak sedu hati yang terus bertanya
Berharap sang waktu ‘kan membisikkan rahasianya
Dan terus menanti dalam sepi nyanyian hati
Menyergap sekejap
Mendesak memaksaku teriak
Merontak mencoba menyeruak
Menggores luka menetes
Tak perlu lagi ku ragu
Kar’na tidak ada yang perlu diragukan
Semua hanya ilusi belaka
Dalam layar imajimu semata
It’s absolutely insanity
So, don’t ever try to make it happen
Thank you for loving me… But this is not what I want…
~ a notes on November 5th, 2009, Jogja