Memandang jauh ke tengah lautan
Ombak memecah pasir pantai, menggapai ujung-ujung kaki
Percikan air menerpa wajahku
Beragam rasa menyergap rongga dada
Menyesak sampai ke pelupuk mata
Ombak berkejar bersusul-susulan
Dalam tempo yang tidak pasti
Setidakpastinya hati yang menanti
Dalam tanya tak berjawab
Kepastian bukanlah sesuatu yang bisa kujumpai saat ini
Dan cinta pun menuntunku pada dilema
Entahkah ke mana semuanya akan bermuara
Dalam gemuruh lautan luas tak bertepi
Atau teduh sunyi telaga hati
Cinta ini tak berujung…
Jika mimpi adalah di mana bisa kutemui dirimu
Maka ke sanalah aku akan menuju
Taruhlah aku seperti meterai pada hatimu, seperti meterai pada lenganmu, karena cinta kuat seperti maut, kegairahan gigih seperti dunia orang mati, nyalanya adalah nyala api, seperti nyala api TUHAN! Air yang banyak tak dapat memadamkan cinta, sungai-sungai tak dapat menghanyutkannya. Sekalipun orang memberi segala harta benda rumahnya untuk cinta, namun ia pasti akan dihina. (Kidung Agung 8:6-7)

saya sangat trenyuh membaca puisi mu dik..spertinya saya jdi hanyut membaca hatimu saat ini…..aku harap jangan menyerah karena ada pelangi yng akan kamu temukan suatu saat nanti.
Amiinn… Thx yach bang komen & supportnya. GBU