(a note from Jan 2nd,2009)

Aku tak pernah menyangka bisa kecewa sedalam itu. Tiba-tiba saja air mataku mengalir tanpa bisa terbendung ketika mendengar suara di ujung sana berkata, “I’m outta town, already on my way now…”

Sementara percakapan itu masih berlangsung selama 24 menit berikutnya, selama itu pula pelupuk mataku tak mampu menahan air mata yang terus mengalir. Meski suara tercekat di tenggorokan, namun aku masih memaksakan untuk tertawa dan bercanda. Menarik nafas panjang, menghelanya, dan berkata, “Yah…sudahlah…mau gimana lagi…”

Terbersit kekecewaan di kedua pihak, namun tak kuasa mengubah situasi yang ada. Tak guna pula saling menyalahkan. Karena kepergian itu suatu keharusan adanya. Lebih baik menyimpan harapan untuk hari mendatang.

Terngiang senantiasa lagu terakhir dari audio cd mixdown itu… “When will I see you again, when will we share precious moments? Will I have to wait forever…?” Hope not, I guess… Jika dirimu berkata, “I’ll be there…” then I’ll be waiting…

  • Share/Bookmark

Leave a Reply

Archives