Kejujuran Hati (2)

Setelah bicara dengan beberapa teman, saya setuju kalo kejujuran memang mahal. Beberapa orang harus bayar mahal untuk bersikap jujur. Kadangkala kejujuran menempatkan kita pada dilema yang kita sendiri mungkin gak bisa nemu jawabannya.

Tapi saya tetap percaya bahwa kepada orang terdekat sebisa mungkin kita harus bersikap sejujur-jujurnya, semahal dan seberat apapun resikonya. Tapi itu adalah konsekuensi dalam memelihara sebuah hubungan yang berkualitas.

Saya gak setuju dengan sikap yang sok dimanis-manisin, jaim atau kepura-puraan. Apa artinya mencintai pasanganmu apa adanya? Artinya ya harus menerima the whole package-nya, semua kebaikan dan kekurangannya. Itu konsekuensi dari sebuah komitmen. Kalau tidak sanggup lagi memenuhi konsekuensi tersebut, ya tetap harus diakui dengan jujur : Sorry, no can do no more… Meskipun memang tetap menyakitkan…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

CommentLuv badge