‘Till Death Do Us Apart : True or Bullshit???

Lagi concern aja akhir2 ini, menyadari beberapa orang terdekat saya, dalam waktu yang bersamaan, harus menghadapi perkara cukup pelik yang akhirnya tak terhindarkan juga : divorce. Ternyata bukan cuma kaum selebriti aja yang berurusan dengan kasus ini, it’s for real, dan itu terjadi di sekeliling kita.

Kedua kakak saya sudah pernah mengalaminya, dan yang seorang harus menghadapinya kembali. Seorang sahabat keluarga – anak rohani mama saya – sedang di penghujung proses peradilannya. Seorang terdekat telah berada di ambang proses tersebut setelah berpisah sekian lama. Dan kini kakak dari sahabat masa kecil saya pun ternyata menghadapi kasus serupa. Anehnya setelah dilihat dengan seksama, ini adalah jalan terbaik bagi mereka semua, dan semua orang pun menyetujuinya.

Apa yang salah ya?? Meskipun saya masih bertanya-tanya; meskipun hati saya miris mendengar itu semua; meskipun saya prihatin dengan semua anak2 yang akan menambah daftar deretan korban perpisahan orang tuanya; tapi saya juga termasuk orang yang setuju bahwa ini jalan terbaik buat mereka saat ini. Am I wrong? I have no idea.

Benarkah cinta sudah tak mampu mengatasi semuanya? Dengan apakah orang mendasari perkawinannya jika di kemudian hari mereka pergi mencari “cinta yang lain”? Apakah janji pernikahan “For better or worse, ‘till death do us apart” hanya omong kosong belaka? Benarkah komitmen perkawinan tak mampu mengatasi segala perbedaan ataupun segala kekurangan? Ataukah komitmen itu memang tidak ada sejak semula?

Memang semua perkaranya tidak sesederhana itu. Pertanyaan di atas bukanlah yes/no questions yang bisa dijawab dengan satu-dua kata saja. “It’s complicated” … seperti yang tertera dalam relationship status social network account, memang benar demikianlah keadaannya. Totally complicated.

Menghadapi kenyataan sedemikian tidak membuat saya lalu meragukan lembaga pernikahan. Ini bukannya alasan mengapa saya belum menikah sampai saat ini, sama sekali gak ada hubungannya. Beberapa orang yang telah terluka sedalam samudera berbalik skeptis terhadap cinta. Tidak, saya masih percaya akan cinta. Saya masih percaya bahwa cinta sejati itu ada. Naif? I think not.

Lalu mengapa semua hal tersebut harus terjadi? Bukankah Tuhan tidak pernah merencanakan yang buruk atau bahkan yang kurang baik bagi anak-anakNya? Well, terkadang untuk mendapatkan sesuatu yang lebih baik, kita harus melepaskan apa yang kita pandang sudah cukup baik. Mungkin segala yang terjadi adalah bagian dari proses kehidupan yang Tuhan ijinkan terjadi dalam rangka membentuk dan membawa kita ke titik yang telah dipersiapkanNya bagi kita. Kalau Tuhan mengijinkan sesuatu terjadi tentu karena Dia punya maksud dan tujuan di atas semuanya itu, karena Tuhan gak pernah iseng. But still, manusia tidak akan pernah bisa menyelami pekerjaan yang dilakukan Tuhan dari awal sampai akhir. Satu hal yang pasti adalah, Dia menjadikan segala sesuatu indah pada waktunya (Pengkhotbah 3:11). Dia yang paling tahu waktu yang sempurna untuk rencanaNya akan tergenapi. Can we hold on until that time…??

4 Responses to “ “‘Till Death Do Us Apart : True or Bullshit???”

  1. Daniel says:

    Believe me… Kasih Masih Ada!

  2. Tts says:

    menurutku dalam pasangan itu saling melengkapi. ada plus ada minus. yg satu pinter satunya tidak. yang satu sabar satunya tidak. yang satu punya satunya tidak. yang satu terkenal satunya tidak. tak selamanya bobot, bibit dan bebet itu bisa abadi. tapi plus dan minus itu punya tujuan akhir yang sama. jadi kalau tidak di lakukan berdua tidak bisa jalan. kadang yang di luar nalar itu malah bisa. coba direnungkan. saling menggenapi gitu istilahnya.

  3. wira says:

    Cinta kelihatannya memang jadi begitu blur………. Tak terlihat, terasa, atau…. tak terbaca. Its sometimes hurting ….but sometimes bikin kepler-kepler. That is the l o ve journey that so manytimes we cannot understand. But love is always there and around us no matter what

    Wira Christian

  4. mpeb says:

    @pak Gembala; indeed, and I do still believe bahwa kasih akan selalu ada.
    @bpk pejabat pemda; Apa yang kamu bilang emang bener banget boz… Selamanya laki2 dan perempuan gak akan pernah bisa sama. That’s why they call men are from Mars & women are from Venus, coz they totally different. Makanya kalo gak ada komitmen yang kuat dari kedua belah pihak utk mengatasi perbedaan itu, it will never work.
    @wawa; Glad to know bahwa kamu bisa memaknai cinta sedemikian… Hope it still there in you…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

CommentLuv badge