A Sweet Lullaby

Ketika purnama terjaga
Bertatap sunyi jiwa dalam lelah raga
Mencari sang cahaya, melintas menembus cakrawala
Di ujung dunia kah…?
Di kedalaman laut…?
Di keluasan langit…?
Sampai hidup t’lah berganti masa dan berubah rupa
Dan waktu hanya termangu

Terdiam dalam senyap malam tak berbintang
Tak mampu menemukan kata
Di antara abjad-abjad yang berserakan
Dan asa nyaris kehabisan nafasnya

Saat tetiba barisan nada memecah  suasana
Mengusung harmoni dalam aula sukma
Dari busur yang terseret di atas senar kencang tercencang
Mengalunkan dendang buaian
Mengantar raga yang penat ke peraduan

Dan sang kupu menari
Pada mahkota yang bermekaran penuh warna
Waktu pun tak lagi termangu
Karena tiada ‘kan terbelenggu sang cahaya
Sekalipun ia melesat dalam kecepatan masa
Dan telah berganti tujuh rupa
Tetap ‘kan dijumpa rumah jiwa di sana
Meski tanpa kata, tanpa mata yang bicara
Hanya tahu bahwa ia ada

Dan jemari berlompatan pada dawai
Masih menimang sukma yang terbuai
Berkisah tentang keabadian
Menghembuskan angin pada asa
Pula membisikkan nyanyian
Ia ada……
Ia ada……

 

Dedicated to The Cellist
“Happy Birthday”

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

CommentLuv badge