Menerawang menatap langit-langit
Jauh
Kosong
Coba meraih, meraba, menganalisa
Apa yang kau pandang di sana
Siapa yang kau pandang di sana
Tiada seucap pun tanya yang sanggup ku lontarkan
Hanya berdiam dan termangu
Tenggelam dalam ragu
Entah sampai kapan
Inginku membangun khayanganku
Bak kota Paris di hari Minggu bulan Mei
Namun yang ada hanyalah reruntuhan
Puing-puing yang terserak
Dari sisa-sisa repihan hati yang remuk kesekian kalinya
Ahhh…..
Lagi-lagi melelahkan
Dan aku pun harus menunggu
Entah sampai kapan