Posts Tagged ‘kangen’
Mengapa rindu? tanyamu
Jawabku, aku tak tahu
Mengapa aku? lagi kau bertanya
Lagi-lagi aku tak tahu, jawabku
Jangan tanya apa yang mulut tak bisa jawab
Karena hanya hati yang bisa rasa
Dan hati tak dapat berdusta
Pula ia tak dapat didustai
Dalam pejamku
Terbang bersama sayap kecil bidadariku
Menantimu menyongsongku kembali
Dan mendekapmu erat dalam pelukku
Rindu ini kian menyiksa
Gejolak hati terkungkung dinding ruang mimpi
Akankah rasa ini tersekap di sini selamanya?
Tak tertahankan menyeruak keluar
Bersegera untuk menyongsongmu di sana
Namun saat ku terjaga
Tak pula kau ada
Ahh… sampai kapankah rasa ini harus terpenjara
Dalam ruang mimpi yang fana…??
Dream @ dawn on March 28
“Kok gak ke rumah…?? Kapan ke sini…??”
Suara manja sang bidadari kecil serasa mengiris hatiku yang sejatinya pun tak kuasa menunggu waktu untuk bisa kembali ke sana. Setiap kali bibir kecil itu berucap demikian, semakin bertambah serpihan hati yang terbang ke sana.
I miss you too, my little angel… We’re gonna see each other again soon… I believe so…
Sudah hampir 3 bulan berlalu sejak pertemuan itu. Tak terasa waktu berlalu demikian cepat. Kini aku hanya bisa memandangi dokumentasi momen-momen itu, sambil berusaha mengingat detil-detil kecil yang terjadi ketika itu. Ahh… aku tak sanggup mengingat semuanya. Namun masih tersimpan dalam memoriku gejolak hati saat pertama kali akhirnya aku bisa benar-benar bertemu dengannya, koridor mal yang kita susuri, permainan favorit si bidadari kecil, obrolan2 gak penting, dinner time, sampai an unforgettable goodbye kiss yang hanya sekejap itu.
Setiap kali pertanyaan itu terucap, “Kapan ke Jakarta lagi?” Ahh, Sayang… don’t you know that’s what I always long for these times?? Tetap berusaha dan berharap untuk kesempatan itu boleh terulang kembali.
For now, if only I can do is dreaming you… then there is where I’ll always keep you in.
You’ve got me dreaming you, all day through whenever got no time to be with you
Can’t you see no matter what I do, I’m always dreaming you…
Begitu banyak kasih dan perhatian, itu adalah hadiah buatku. Namun hadiah terindah kali ini bukanlah rangkaian bunga berpita merah, ataupun bingkisan kado terbungkus rapi, bukan pula makan malam yang romantis. Mendengar suara sang bidadari kecil berucap, “Aku kan kangen…” … itu adalah hadiah terindah di hari jadiku.
Thanks dear… you really make my day…